Strategi Pengembangan Aplikasi Permainan

Tahukah kamu ?

Zaman saat ini kebanyakan orang mendengar kata “aplikasi” akan merujuk ke program yang ditanamkan pada komputer, laptop, tablet, PC, dan smartphone. Sehingga secara sederhana, dapat dikatakan “aplikasi” merupakan sesuatu yang menjadi kebutuhan manusia saat ini. Contoh sederhana adalah aplikasi chatting Whatsapp. Menurut pengakuan dari pendiri Whatsapp, Jan Koum mengumumkan bahwa jumlah pengguna aktif setiap bulan pada tahun 2016 telah menyentuh angka 1 miliar pengguna. Itu artinya, satu dari tujuh orang di dunia menggunakan layanan whatsapp.

Dari sini, mulai muncul ide-ide dari banyak kalangan, mulai perusahaan software kecil hingga besar, berlomba-lomba untuk membuat aplikasi yang semenarik mungkin dikarenakan lahan usaha yang sangat menjanjikan di bidang aplikasi software. Salah satu contoh bidang pembuatan aplikasi software yang diminati hampir separuh dari pengguna smartphone adalah aplikasi permainan (game).

Aplikasi permainan (game) merupakan aplikasi yang sangat digemari. Tidak hanya golongan anak kecil dan remaja saja, bahkan kalangan dewasa pun ada yang menggunakan game ini sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran / otak (refreshing) ditengah kesibukan pekerjaan yang sangat padat dan menjenuhkan. Para perusahaan pembuat game tidak hanya secara acak / asal-asalan dalam pembuatan game. Sebelum membuat, perusahaan menetukan beberapa faktor yang harus diperhatikan melihat dari konsumen yang nantinya akan menjadi sasaran penjualan. Faktor tersebut adalah:

1. Pahami jenis-jenis perilaku konsumen (pemain).
pemain “game free-to-play” memiliki perilaku yang berbeda dengan pemain game “premium”. Oleh karena itu sebelum membuat game, suatu game developer harus menentukan jenis game yang akan dibuat. Akankah itu berbasis “free (gratis)” atau “premium (berbayar)”. Setelah berhasil menetukan jenis game yang akan dibuat, kemudian mempertimbangkan tentang bagaimana minat konsumen pada game tersebut. Tentu saja dengan adanya “free” dan “premium” akan memiliki perbedaan yang sangat besar (jika dilihat mayoritas orang Indonesia lebih memilih “free” daripada “premium”). Tetapi jangan salah, belum tentu permainan yang free tersebut tidak membayar. Para perusahaan pembuat game free, biasanya memakai metode menjual konten utama. Seperti contoh game COC (Clash of Clan), dimana game tersebut gratis, akan tetapi untuk mendapatkan beberapa barang (item) tertentu pemain harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkannya. Meskipun tanpa membayar, barang (item) tersebut dapat diperoleh tetapi memerlukan waktu yang sangat lama. COC merupakan salah satu contoh game “free” sukses yang menerapkan konsep “penjualan konten utama” di dalam game-nya.

2. Pahami cara mempertahankan minat dari game yang telah dibuat.
Setelah berhasil memunculkan minat pemain terhadap game yang dibuat, bukan berarti pekerjaan developer telah selesai. Justru langkah selanjutnya akan lebih berat lagi yaitu mempertahankan minat pemain yang sudah ada. Salah satu contoh sudah dijelaskan pada poin pertama yaitu dengan cara “menjual konten utama”. Contoh lainnya adalah menumbuhkan rasa / keinginan untuk pamer atau biasa disebut dengan “bragging rights”. Seperti contoh untuk game COC, salah satu contoh sederhananya mempamerkan lvl markas atau seberapa kuat markas dapat bertahan dari serangan musuh. Hal ini dapat memicu pemain tersebut untuk mempamerkan hasil permainannya, biasanya melalui media facebook, google+, instagram dan lain sebagainya. Dari sini muncul sebuah kompetisi antar pemain yang itu sekiranya sudah cukup menjadi alasan salah satu game tersebut dapat dipertahankan di kalangan masyarakat.

Bagi anda yang tertarik ingin belajar tentang Pengembangan Aplikasi Permainan lebih dalam, maka bergabunglah ke Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak (S1 Software Engineering) ST3 Telkom Purwokerto. Pembelajaran lebih dalam mengenai penerapan pengembangan aplikasi permainan, strategi dan peluang terhadap game yang dibuat secara kompetitif dan edukatif, serta lain sebagainya yang berkaitan tentang pengembangan aplikasi permainan, bisa Anda dapatkan di S1 Rekayasa Perangkat Lunak ST3 Telkom Purwokerto.

Jadi tunggu apalagi, segera daftarkan diri anda sebelum tanggal 8 September 2017.
Untuk pendaftaran silahkan menghubungi Customer Service Center ST3 Telkom di Jl. DI. Panjaitan No. 128 Purwokerto (0281) 641629.

Website: www.st3telkom.ac.id
Atau di: http://pmb.st3telkom.ac.id
Fan Page: ST3 TELKOM
Instagram: pmbst3telkom
Line: st3telkom
WA: 081228319222 (Prima) atau 085101624154 (Ira)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked